Senin, 31 Juli 2017

Pengertian, Proses Pembentukan, Bentuk, dan Jenis Awan


Pengertian Awan

Awan adalah massa yang dapat dilihat dari tetesan air atau kristal beku tergantung di atmosfer di atas permukaan bumi atau permukaan planet lain. Awan juga massa terlihat yang tertarik oleh gravitasi, seperti massa materi dalam ruang yang disebut awan antar bintang dan nebula. Awan dipelajari dalam ilmu awan atau fisika awan, suatu cabang meteorologi.


Proses Pembentukan Awan


Proses terbentuknya awan sendiri diawali dengan turunnya hujan, kemudian cahaya Matahari yang sampai di ke permukaan bumi akan diserap oleh tanah, diserap oleh tumbuhan sebagai bahan pembentuk makanannya, menghangatkan sungai, danau, laut, parit dll, sehingga menyebabkan air menguap. Uap air naik ke udara atau atmosfer yang semakin lama dan semakin tinggi dikarenakan udara di dekat permukaan bumi lebih besar dibandingkan di atmosfer dibagian atas, ini hampir mirip dengan proses perpindahan dikarenakan perbedaan tekanan. Semakin ke atas, suhu atmosfer juga semakin dingin, maka uap air mengembun pada debu-debu atmosfer, membentuk titik air yang sangat halus berukuran 2 – 100 mm (1 mm = 1 / 1.000.000 meter). Aerosol yang berfungsi sebagai inti kondensasi atau inti pengembunan. Kecepatan pembentukan tetes tersebut ditentukan oleh banyaknya inti kondensasi. Proses dimana tetes air dari fasa uap terbentuk pada inti kondensasi disebut pengintian heterogen. Adapun pembentukan tetes air dari fasa uap dalam suatu lingkungan murni yang memerlukan kondisi sangat jenuh (supersaturation) disebut pengintian homogen. Pengintian homogen yaitu pembekuan pada air murni hanya akan terjadi pada suhu dibawah -40 °C. Akan tetapi dengan keberadaan aerosol sebagai inti kondensasi maka pembekuan dapat terjadi pada suhu hanya beberapa derajat dibawah 0°C.

Bentuk-bentuk Awan

Bentuk awan bermacam macam tergantung dari keadaan cuaca dan ketinggiannya. Tapi bentuk utamanya ada tiga jenis yaitu, yang berlapis-lapis dalam bahasa latin disebut stratus, yang bentuknya berserat-serat disebut cirrus, dan yang bergumpal-gumpal disebut cumulus (ejaan Indonesia: stratus, sirus, dan kumulus).
Di daerah rendah (kurang dari 3.000 m) yang terendah, awan stratus menutupi puncak gunung yang tidak terlalu tinggi. Di daerah rendah tengah, awan berbentuk strato-kumulus, dan yang dekat ketinggian 3.000 m awan berbentuk kumulus. Awan besar dan tebal di daerah rendah disebut kumulo-nimbus berpotensi menjadi hujan, menyebabkan terjadinya guruh dan petir.
Awan pada ketinggian menengah dapat terbentuk di atas gunung yang tingginya lebih dari 3.000 m, membentuk payung di atas puncaknya. Misalnya di atas Gunung Ciremai (3.078 m), di puncak-puncak pegunungan Jaya Wijaya di Irian yang tingginya antara 4.000-5.000 m, bahkan selalu diliputi salju. Demikian juga Gunung Fuji (3.776 m) puncaknya selalu diliputi salju putih cemerlang sangat indah. Pada ketinggian menengah ini dapat terbentuk awan alto-stratus yang berderet-deret, alto kumulus, dan alto-sirus.
Bagaimana dengan awan di daerah tinggi (di atas 6.000 m)? Di sana terbentuk awan siro-stratus yang tampak sebagai teja di sekitar matahari atau bulan. Juga terbentuk awan siro-kumulus yang bentuknya berkeping keping terhampar luas. Juga dapat terbentuk awan sirus yang tipis bertebar seperti asap.

Jenis - Jenis Awan

Kelompok Awan Udara Naik

Kelompok awan ini terletak pada ketinggian antara 500- 1500 m. Macam-macam jenis awan udara naik adalah sebagai berikut:

Awan KumuloNimbus (Cu-Ni)

Awan CumolaNimbus (KumuloNimbus) merupakan awan yang menimbulkan hujan dengan kilat guntur. Biasanya awan Sirostratus terdapat di atas awan Kumulonimbus. Hal ini biasah terjadi pada waktu angin ribut.
Awan kumulonimbus di White Canyon, Utah
Ciri Ciri Awan KumuloNimbus adalah sebagai berikut:
  • Ketinggian Awan KumuloNimbus berkisar antara 2.000 - 16.000 m
  • Awan ini Berwarna putih/gelap dan menimbulkan hujan dengan kilat dan guntur.
  • Awan ini berhubungan erat dengan hujan deras, badai. tornado dan petir. 
Awan Kumulus (Cu)
Awan Kumulus (Cumulus) merupakan awan tebal dengan puncak-puncak yang tinggi, terbentuk di siang hari karena udara naik. Jika berhadapan dengan matahari terlihat terang dan jika memperoleh sinar hanya sebelah saja akan menghasilkan bayangan yang berwarna kelabu.
Gambar Awan Kumulus
Ciri Ciri Awan Kumulus adalah sebagai berikut:
  • Dasar ketinggian awan ini umumnya 1000 m dan lebar 1 km.
  • Merupakan awan tebal dengan puncak yang agak tinggi. Terlihat gumpalan putih atau cahaya kelabu yang tampak seperti bola kapas mengambang, awan ini berbentuk garis besar yang tajam dan dasar yang datar.

Kelompok Awan Rendah

Kelompok awan ini terletak pada ketinggian kurang dari 3 km. Macam-macam jenis awan rendah adalah sebagai berikut:

Awan NimboStratus (Ni-St)

Awan NimboStratus merupakan awan yang bentuknya tidak menentu, tepinya compang-camping tak beraturan dan berwarna putih kegelapan serta penyebarannya cukup luas. Awan ini menimbulkan hujan gerimis.
Gambar Awan NimboStratus
Ciri Ciri Awan NimboStratus adalah sebagai berikut:
  • Awan ini berwarna putih gelap yang penyebarannyaa di langit cukup luas.
  • Ketinggian Awan NimboStratus antara 600 - 3.000 meter
  • Di Indonesia awan ini hanya menimbulkan gerimis.
  • Bentuknya tidak menentu ddengan pinggir compang-camping.
Awan Stratus (St)
Awan Stratus merupakan awan rendah dan luas dengan tinggi berada dibawah 200 m. Lapisan melebar seperti kabut dan berlapis-lapis. Antara kabut dan awan stratus pada dasarnya tidak berbeda.
Gambar Awan Stratus

Ciri Ciri Awan Stratus adalah sebagai berikut:
  • Lapisannya melebar seperti kabut dan berlapis.
  • Awan ini cukup rendah dan sangat luaas. Ketinggian awan Stratus di bawah 2000 m. 

5. Awan StratoKumulus (St-Cu)

Awan StratoKumulus (StratoCumulus) merupakan awan yang berbentuk bola dan memiliki lapisan tipis yang sering menutupi langit sehingga tampak seperti gelombang lautan. awan ini merupakan jenis yang tidak menimbulkan hujan
Gambar Awan StratoKumulus

Ciri Ciri Awan StratoKumulus adalah sebagai berikut:
  • Awan ini berwarna kelabu/putih yang terjadi pada petang dan senja apabila atmosfer stabil.
  • Ketinggian Awan StratoKumulus berada dibawah 2.000 meter
  • Lapisan awan ini tipis dan tidak menghasilkan hujan.
  • Awan ini terlihat seperti bola-bola yang sering menutupi daerah seluruh langit, sehingga tampak seakan gelombang.

Kelompok Awan Menengah

Kelompok awan ini terletak pada ketinggian yang beragam, dimana pada kawasan beriklim sedang terletak pada ketinggian 2-7 km,  pada kawasan tropis jenis awan ini terdapat pada ketinggian 2-8 km dan kawasan yang terletak di kutup utara terletak di ketinggian 2-4 km. Macam-macam jenis awan menengah adalah sebagai berikut:

Awan AltoStratus (A-St)

Awan AltoStratus merupakan awan yang berbentuk luas dengan warna kelabu, sehingga pada matahari dan bulan tampak terang.
Penampakan Awan AltoStratus di Hongkong

Ciri Ciri Awan AltoStratus adalah sebagai berikut:
  • Awan AltoStratus ini terbentuk pada waktu senja dan malam hari kemudian menghilang saat matahari terbit di awal pagi
  • Awan ini berwarna kekelabuan dan meliputi hampir seluruh bagian langit (luas).
  • Ketinggian Awan AltoStratus berada diantara 2.000 - 7.000 m.
  • Awan AltoStratus menghasilkan hujan seandainya dalam jumlah yang cukup tebal.

Awan AltoKumulus (A - Cu)

Awan AltoKumulus (AltoCumulus) merupakan awan yang berbentuk kecil-kecil dan berjumlah banyak. Umumnya berbentuk bola yang agak tebal, berwarna putih sampai pucat dan ada bagian yang kelabu. Awan ini bergerombol dan saling berdekatan sehingga tampak bahwa awan ini saling bergandengan.
Gambar Awan Altokumulus

Ciri Ciri Awan Altokumulus adalah sebagai berikut:
  • Awan Altokumulus berwarna kelabu atau putih dilihat pada waktu senja.
  • Awan ini kecil-kecil, tapi jumlahnya banyak
  • Ketinggian Awan Altokumulus berada diantara 2.000 - 7.000 m.
  • Tiap-Tiap elemen terlihat jelas tersisih antara satu dan yang lain dengan warna keputihan dan kelabu yang membedakannya dengan Awan Sirokumulus.
  • Biasanya berbentuk seperti bola yang agak tebal. Awan ini bergerombol dan sering berdekatan sehingga tampak saling bergandengan.

Kelompok Awan Tinggi

Kelompok awan ini terletak pada ketinggian yang beragam. Bila di kawasan tropis jenis awan ini terdapat pada ketinggian 6-18 km, pada kawasan yang beriklim sedang berada pada ketinggian 5-13 km, sedangkan di kawasan kutup terletak pada ketinggian 3-8 km. Macam-macam jenis awan yang tergolong awan tinggi adalah sebagai berikut.

Awan SiroKumulus (Ci-Cu)

Awan SiroKumulus (Cirrocumulus) merupakan awan yang terputus-putus dan penuh dengan kristal-kristal es serta berbentuk seperti segerombolan domba dan sering menimbulkan bayangan.
Gambar Awan SiroKumulus
Ciri Ciri Awan SiroKumulus adalah sebagai berikut:
  • Ketinggian Awan SiroKumulus berada diantara 6.000 - 12.000 m.
  • Bentuknya seperti terputus-putus dan penuh dengan kristal-kristal es sehingga bentuknya seperti sekelompok domba dan sering menimbulkan bayangan

Awan Sirus (Ci)

Awan Sirus (Cirrus) merupakan awan halus dengan struktur seperti serat dan berbentuk seperti bulu burung. Awan cirrus (Ci) tersusun atas pita melengkung di langit, sehingga tampak bertemu satu atau dua titik horizon, dan sering terdapat kristal es.
Gambar Awan Sirus

Ciri Ciri Awan Sirrus adalah sebagai berikut:
  • Awan Sirrus berwarna putih dengan pinggiran tidak jelas.
  • Awan Sirus ditiupkan angin timuran yang bergelora.
  • Awan ini terdiri dari halbor air yang terjadi disebabkan suhu terlalu dingin di atmosfer.
  • Awan ini halus, dan berstruktur seperti serat dan bentuknya mirip bulu burung. Awan Sirrus juga sering tersusun seperti pita yang melengkung di langit, sehingga seakan-akan tampak bertemu pada satu atau dua titik horizon
  • Ketinggian Awan Sirus berada diatas 5500 m.
  • Awan ini tidak menimbulkan hujan.

 

Awan Sirostratus (Ci-St) 

Awan Sirostratus (Cirrostratus) merupakan awan yang berbentuk seperti kelambu putih yang halus dan rata dengan menutup seluruh langit sehingga tampak cerah atau juga terlihat seperti anyaman yang bentuknya tidak teratur. Awan Sirostratus sering menimbulkan hallo (lingkaran yang bulat) yang mengelilingi matahari dan bulan. Hal ini sering terjadi di musim kering.
Gambar Awan Sirostratus

Ciri Ciri Awan Sirostratus adalah sebagai berikut:
  • Awan ini juga menimbulkan hallo(lingkaran yang bulat) yang mengelilingi matahari dan bulan yang biasanya terjadi di musim kemarau.
  • Ketinggian Awan Sirostratus berada diatas 6.000 m.
  • Awan Sirostratus sulit dideteksi. Namun dengan adanya awan ini, biasanya menandakan datangnya front panas. hal tersebut mengindikasikan akan turun hujan atau jatuhnya presipitasi
  • Bentuknya seperti kelembu putih yang halus dan rata menutup seluruh langit sehingga terlihat cerah, bisa juga tampak seperti anyaman yang bentuknya tidak teratur.

Sabtu, 29 Juli 2017

Pengertian, Struktur, dan Contoh Teks Investigasi

 Pengertian Teks Laporan Investigasi

Teks laporan investigasi dapat digunakan sebagai media untuk menyampaikan fakta-fakta yang ada dalam suatu lingkungan masyarakat atau suatu wilayah. Salah satu contohnya adalah dalam kondisi geografis dan ekonomi Indonesia.Teks laporan investigasi adalah teks laporan yang disusun berdasarkan temuan-temuan fakta yang dilakukan dengan wawancara, pengamatan dan studi pustaka. Kuat dan lemahnya isi laporan investigasi yang dibuat tergantung dari proses pencarian data dan keterangan yang dikerjakan di dalam pengamatan, wawancara, dan studi pustaka.

Ketika akan menulis sebuah laporan investigasi perlu melakukan beberapa hal untuk memperkaya isi dari laporan tersebut. Laporan investigasi adalah upaya menyusun temuan-temuan fakta ke dalam sebuah tulisan, sehingga memang diperlukan pengetahuan dalam teknik penyususnan sebuah laporan. Salah satunya adalah memilih dan memilah kosakata baku yang digunakan dalam teks laporan investigasi. Untuk dapat menyusun sebuah teks laporan investigasi ada beberapa langkah yang perlu dilakukan agar teks laporan yang dibuat dapat menyampaikan informasi dan fakta yang ada. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut.

Struktur Teks Investigasi

  1. Menentukan topik/masalah yang akan ditulis. Topik adalah inti utama dari seluruh isi tulisan laporan yang akan disampaikan. Topik merupakan pokok persoalan yang melandasi kegiatan pengamatan. Topik utama yang memiliki cakupan cukup luas perlu dirinci. Dari topik tersebut tentu kita akan mengetahui tujuan dari pengamatan yang dilakukan.
  2. Mengumpulkan informasi dengan melakukan investigasi yang dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti percobaan, pengamatan, wawancara, dan studi pustaka. Wawancara merupakan proses komunikasi yang sangat menentukan dalam proses pembuatan laporan. Dengan wawancara data yang diperoleh akan lebih mendalam, karena mampu menggali pemikiran atau pendapat secara detail. Pengamatan merupakan pencatatan secara sistimatik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala atau gejala-gejala dalam objek pengamatan.
  3. Mengolah informasi dari hasil investigasi dengan menuangkannya dalam bentuk tulisan, yang terdiri atas tiga bagian, yaitu Penjelasan, Fakta-fakta, dan Kesimpulan. Setelah data yang dibutuhkan terkumpul langkah selanjutnya adalah menuangkan ke dalam bentuk laporan investigasi. Teks laporan investigasi memiliki struktur yaitu penjelasan umum, fakta-fakta, dan kesimpulan. Beberapa hala yang perlu diperhatikan dalam penulisan laporan investigasi antara lain : Pemakaian huruf kapital benar,  Pemakaian tanda baca tepat,  Penggunaan kosa kata baku benar,  Tulisan rapi dan terbaca, dan Informasi berdasarkan fakta hasil investigasi.

Contoh Teks Investigasi

 Teks Investigasi Tempat Hidup Tanaman Teh

Struktur teksKalimat
Penjelasan
Umum
Selain air putih, secangkir teh merupakan minuman yang banyak dikonsumsi di berbagai belahan dunia. Kandungan teh yang konon bermanfaat bagi tubuh pun sudah banyak diteliti oleh berbagai kalangan. Di Indonesia, kebiasaan minum secangkir teh manis di pagi atau sore hari, banyak ditemukan di berbagai etnis penduduknya. Memang terbukti, tanaman teh tumbuh subur di berbagai wilayah pegunungan di Indonesia..
Fakta-faktaTeh merupakan salah satu tanaman tropis yang tumbuh pada ketinggian antara 200 sampai 2000 meter di atas permukaan laut. Suhu yang dibutuhkannya untuk dapat tumbuh dengan baik antara 14°–25°C, yang diikuti oleh cahaya Matahari yang cerah serta kelembapan relatif di siang hari tidak kurang dari 70%. Intensitas sinar Matahari juga sangat mempengaruhi pertumbuhan teh. Makin banyak sinar Matahari, makin tinggi suhunya. Jika suhu mencapai 30°Celcius maka pertumbuhan tanaman teh akan terhambat. Tanaman teh juga tidak tahan terhadap kekeringan. Curah hujan minimum yang dibutuhkannya adalah 1.200 mm yang merata sepanjang tahun.

Di Indonesia, perkebunan teh tersebar di beberapa wilayah pegunungan di Pulau Jawa dan Sumatera. Ada pula yang berada pada ketinggian 800 – 1200 meter di atas permukaan laut. Namun, pada ketinggian ini, hasil perkebunannya tidak sebaik hasil dari perkebunan di daerah yang lebih tinggi. Aroma teh yang dihasilkan di sini tidak sewangi teh di perkebunan yang lebih tinggi. Pada ketinggian ini, kebun teh memerlukan pohon pelindung tetap, serta memerlukan material penutup tanah untuk menjaga kelembapan tanah.

Sebagai vegetasi di pegunungan, pohon teh juga berfungsi untuk mencegah terjadinya erosi. Gugus tanaman teh yang ditanam berjajar rapi dengan jarak satu meter menahan derasnya aliran air sehingga tanah tidak terkikis terbawa air.
KesimpulanDi balik secangkir teh yang kita minum setiap hari, kita ketahui bahwa faktor lingkungan mempengaruhi pertumbuhannya. Lingkungan yang tepat akan memberikan hasil yang baik dalam tiap seduhannya.

Rabu, 26 Juli 2017

Pengertian, Tujuan, Fungsi, Jenis, Unsur, Susunan, dan Contoh Proposal

Pengertian Proposal

Proposal adalah rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja (KBBI, 2002), perencanaan secara sistematis, matang dan teliti yang dibuat oleh peneliti sebelum melaksanakan penelitian, baik penelitian di lapangan (field research) maupun penelitian di perpustakaan (library research).

Keterampilan menulis proposal perlu dimiliki setiap insan berpendidikan agar mereka terbiasa berpikir sistematis-logis sebagaimana di dalam langkah-langkah penulisan proposal.

Tujuan Proposal

Tujuan Proposal adalah memperoleh bantuan dana,memperoleh dukungan atau sponsor, dan memperoleh perizinan. Unsur-unsur proposal yaitu, nama/ judul kegiatan, pendahuluan,tujuan, waktu dan tempat, sasaran kegiatan, susunan panitia, anggaran, penutup, tanda tangan dan nama terang.

Fungsi Proposal

  • Fungsi proposal untuk melakukan penelitian yang berkenaan dengan agama, sosial, politik, ekonomi, budaya, dan sebagainya.
  • Fungsi proposal untuk mendirikan usaha kecil, menengah, atau besar.
  • Fungsi proposal untuk mengajukan tender dari lembaga-lembaga pemerintah atau swasta.
  • Fungsi proposal untuk mengajukan kredit kepada bank.
  • Fungsi proposal untuk mengadakan acara seminar, diskusi, pelatihan, dan sebagainya.
JENIS JENIS PROPOSAL

Secara umum proposal dibedakan menjadi 4 jenis yaitu:

  • Proposal Bisnis : proposal ini berkaitan dengan dunia usaha baik itu perseorangan maupun kelompok dan contoh dari proposal ini misalnya proposal pendirian usaha, proposal dalam bentuk kerjasama antar perusahaan.
  • Proposal Proyek : pada umumnya proposal proyek ini mengacu pada dunia kerja yang berisikan serangkaian rencana bisnis atau komersil misalnya proposal proyek pembangunan.
  • Proposal Penelitian : Jenis proposal ini lebih sering digunakan di bidang akademisi misalnya penelitian untuk pembuatan skripsi, tesis dan lainnya. isi dari proposal ini adalah pengajuan kegiatan penelitan.
  • Proposal Kegiatan : yaitu pengajuan rencana sebuah kegiatan bak itu bersifat individu maupun kelompok misalnya proposal kegiatan pentas seni budaya.

Berdasarkan bentuknya proposal terbagi menjadi 3 jenis yaitu:

  • Proposal bentuk formal : Proposal berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu bagian pendahuluan, isi proposal, dan bagian pelengkap penutup. Bagian pendahuluan terdiri atas: sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan. Bagian isi proposal terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya. Sedangkan bagian pelengkap penutup berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya.
  • Proposal bentuk non formal : proposal non formal ini tidak selengkap proposal formal dan biasanya disampaikan dalam bentuk memorandum atau surat. proposal non formal harus selalu mengandung hal-hal berikut yaitu, masalah, saran, pemecahan, dan permohonan.
  • Proposal semi formal : jenis proposal ini hampir sama dengan proposal non formal karena tidak selengkap jenis proposal formal.


Unsur-Unsur Proposal

Berikut adalah unsur - unsur dan susunan proposal yang baik :

1. Pendahuluan (Latar Belakang Masalah)

Pendahuluan disini adalah berisi latar belakang masalah yang merupakan dasar diadakannya suatu kegiatan. Oleh karena itu maka latar belakang berisi tentang pokok permasalahan dari kegiatan dengan singkat dan jelas dan harus berdasarkan isi dan tujaun dari proposal tersebut. Latar belakang masalah juga harus menunjukkan sangat pentingnya permasalahan dari proposal tersebut untuk segera diselesaikan. Namun ada beberapa proposal yang tidak mencantumkan latar belakang masalah. Akan tetapi, dalam proposal tersebut dicantumkan dasar pemikiran.

2. Masalah atau Perumusan Masalah

Masalah disini merupakan ungkapan yang haruslah berkaitan dengan objek kegiatan. Dan masalah disini haruslah berdasarkan dengan apa yang telah digambarkan didalam bagian pendahuluan, dasar pemikiran, ataupun latar belakang dari proposal tersebut.

3. Tujuan Proposal

Tujuan berisi ungkapan maksud dari diadakannya kegiatan atau suatu acara.

4. Sasaran

Sasaran di dalam proposal merupakan ungkapan yang ditujukan kepada siapa kegiatan atau acara tersebut akan dilaksanakan.

5. Teknik Pelaksanaan

Teknik disini merupakan cara menyelesaikan permasalahan yang akan diajukan didalam proposal. Teknik pelaksanaan ini disampaikan tidak lain untuk meyakinkan penerima proposal bahwa permasalahan tersebut dapat diselesaikan secara logis dan tepat.

6. Jadwal Pelaksanaan

Jadwal dibuat berdasarkan waktu, jenis dan orang yang menangani kegiatan. Jadwal dari pelaksanaan ini sendiri memberikan gambaran tentang kegiatan atau acara dari awal hingga akhir kegiatan.

7. Anggaran

Anggaran merupakan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan yang telah diterangkan didalam proposal. Di bagian ini menyajikan anggaran yang diperlukan secara efisien, objektif, dan logis. Biasa disini dirinci berdasarkan jenis dari kegiatan atau acara dan memperhatikan harga yang sesuai.

8. Penutup

Penutup berisi kesimpulan, rangkuman, dan harapan terhadap apa yang disampaikan didalam proposal. Penutup juga berisi tempat, tanggal dari penyusunan proposal serta tanda tangan serta nama terang penaggung jawab proposal.

Contoh Proposal


PROPOSAL PELAKSANAAN PENTAS SENI (PENSI) DALAM RANGKA PERPISAHAN SISWA-SISWI KELAS XII MAN 2 BANDAR LAMPUNG
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seni merupakan kreatifitas unik yang patutnya kita kembangkan agar semakin besar. Dan merupakan salah satu cara mengembangkannya adalah Pentas Seni.
OSIS MAN 2 Bandar Lampung akan mengadakan pementasan drama bagi seluruh siswa. Pentas ini sendiri dilakukan bertujuan untuk meningkatkan apresiasi siswa dalam dunia peran serta melatih rasa percaya diri yang sampai saat ini masih sangat kurang.
Selain itu, ada pentas seni tari tradisional dan modern yang juga mampu mengembangkan kreatifitas siswa dalam hat tarian. Dan adapula pementasan beberapa band dari siswa MAN 2 Bandar Lampung dan penyanyi yang akan menambah kesan semangat dalam suasana. Pentas seni ini pula dilaksanakan untuk menghibur siswa yang sebentar lagi akan mengikuti Ujian akhir sekolah (UAS) dan Ujian akhir Nasional (UAN).
Selain itu, Pentas Seni kali ini dapat menjadi hiburan dalam rangka Perpisahan Siswa-Siswi kelas XII MAN 2 BANDAR LAMPUNG. Dan untuk itulah, kami OSIS merasa perlu untuk mengadakan acara ini dengan tema “Bintang Panggung Sehari”
B. Tujuan Kegiatan
Adapun tujuan dari kegiatan yang dilaksanakan ini adalah :
  1. Mempererat tali silaturahmi antar sesama siswa dan siswi serta staf dewan guru MA Negeri 2 Bandar Lampung
  2. Menumbuhkan semangat untuk bekerja sama dalam satu tujuan.
  3. Meningkatkan kreatifitas siswa dalam bidang seni
  4. Sebagai sarana hiburan bagi siswa.
II. ISI PROPOSAL
A. Tema
Dalam kegiatan ini kami mengangkat thema “Jadi Bintang Panggung Sehari’ yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk merasakan bagaimana rasanya bermain dalam dunia peran.
B. Macam-macam Kegiatan
Adapun kegiatan yang akan kami laksanakan yaitu :
  1. Pentas Drama
  2. Pentas Tari Tradisonal dan Modern (Dance)
  3. Pentas Band
  4. Penyanyi Solo (Siswa maupun Siswi)
C. Peserta
Peserta yang dapat mengikuti Pentas Seni kali ini adalah perwakilan masing-masing siswa kelas X dari tiap kelas MA Negeri 2 Bandar Lampung.
D. Peralatan yang Dibutuhkan
  1. Panggung
  2. Microfon
  3. Speaker/pengeras suara
  4. Kostum
  5. Atribut keperluan lainnya
  6. Spanduk
E. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Adapun waktu dan tempat pelaksanaan Pentas Seni ini adalah :
1. Pentas Drama :
  • Tanggal: Minggu, 30 Januari 2015
  • Waktu: Pukul 08.30 WIB – 09.40 WIB
  • Tempat: Lapangan Upacara MAN 2 Bandar Lampung
2. Tari Tradisioanal dan Modern :
  • Tanggal: Minggu, 30 Januari 2015
  • Waktu: Pukul 09.45. WIB – 10.35 WIB
  • Tempat: Lapangan Upacara MAN 2 Bandar Lampung
3. Pentas Band :
  • Tanggal: Minggu, 30 Januari 2015
  • Waktu: Pukul 10.55 WIB – 11.35 WIB
  • Tempat: Lapangan Upacara MAN 2 Bandar Lampung
III. SUSUNAN ACARA
1. 06.30-07.00: Kumpul siswa di Lapangan Upacara MAN 2 Bandar Lampung: Kordinator Udin Peak
2. 07.25-07.40: Pembukaan di Panggung PENSI. Kordinator: Elmayulianti
3. 07.40-08.20: Sambutan oleh Ketua Panitia, Ketua OSIS, Kepala Sekolah di Panggung Pensi. Kordinator: Penyok
4. 16.00-19.45: Acara Kegiatan Pentas, Drama Modern, Tari-Tarian, Pentas Band, Penyanyi Solo . Kordinator: Sandung Sangkut, S.Pd
5. 08.30-11.35: Istirahat di Aula. Kordinator: Anggota
6. 12.10-sd Selesai: Penutup. Kordinator: Elmayulianti
IV. SUSUNAN KEPANITIAN
1. Pelindung: Drs. Sangkut Pohon M.pd (Kepala Sekolah)
2. Pengarah: Sukijan S.pd
3. Penanggung Jawab: Udin Peak (Ketua OSIS)
4. Ketua Panitia: Elmayulianti
5. Sekretaris: Ria Puspita Sari
6. Bendahara: Ihfa Khaerawaty Gau
7. Seksi acara: Musdalifah Eka Pratiwi
8. Seksi Dana Usaha: Khaera Tunnisa
9. Seksi Humas: Eriska Amsari
10. Seksi Keamanan: Heriyanto
11. Seksi Dokumentasi: Mirnawati A
12. Seksi peralatan: Diliana Eka Astuti
V. ANGGARAN DANA
Dalam kegiatan Pensi kali ini, ada beberapa anggaran dana yang didapat maupun yang dikeluarkan agar pensi ini berjalan dengan baik.
– Kegiatan ini diperoleh dari dana:
1. Dana kas sekolah: Rp. 200.000-
2. Dana partisipasi siswa: Rp. 1.100.000-
3. Dana sponsor AXIS: Rp.3.100.000-
4. Dana Sponsor AS: Rp.4.500.000-
5. Dana pastisipasi guru: Rp. 500.000-
Total: Rp, 9.500.000-
– Biaya pengeluaran:
1. Sewa Tempat: Rp. 3.000.000-
2. Penyewaan Panggung: Rp. 2.500.000,-
3. Penyewaan Alat Musik: Rp. 1.000.000,-
4. Biaya Penataan Panggung: Rp. 200.000,-
5. Konsumsi: Rp. 500.000,-
6. Spanduk: Rp. 300.000,-
7. Lain – Lain: Rp. 250.000,-
Total: Rp. 7.750.000-
VI. PENUTUP
Demikian proposal ini kami buat. Kami mengharapkan dukungan dan partisipasi dari sekolah. Semoga acara ini dapat terlaksana sebagaimana yang kita harapkan. Atas perhatian dan kerjasama, kami ucapkan terima kasih.
Disahkan di :
Bandar lampung, 25 Januari 2015
Mengetahui,
Ketua Panitia                                                                                                                       Ketua OSIS
Elmayulianti                                                                                                                         Udin Harianto
Kepala Sekolah
Drs. Bayu Setiawan M.Pd

Senin, 24 Juli 2017

Naskah Teks Sumpah Pemuda Dalam Ejaan Lama Dan Baru


Naskah Sumpah Pemuda Dalam Ejaan Lama :

SOEMPAH PEMOEDA

Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia
Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia
Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia

Naskah Sumpah Pemuda Dalam Ejaan Baru :

SUMPAH PEMUDA

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Sejarah Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda merupakan hasil Kongres Pemuda Kedua yang dirumuskan pada tanggal 28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Peristiwa ini menjadi salah satu tonggak paling penting dalam sejarah pergerakan nasional bangsa Indonesia. Berikut ini isi lengkap teks naskah Sumpah Pemuda.

Kongres Pemuda Kedua merupakan kelanjutan kongres pertama yang dilangsungkan pada 30 April – 2 Mei 1926. Kongres ini melibatkan wakil seluruh organisasi pemuda di Hindia Belanda (Indonesia) saat itu, seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Sekar Rukun, PPPI, Pemuda Kaum Betawi, dan lainnya.

Kongres Pemuda II, yang diadakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928 dipimpin oleh pemuda Soegondo Djojopoespito dari PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia), menghasilkan keputusan penting yang disebut sebagai Sumpah Pemuda. Selain itu pada kongres tersebut Indonesia Raya ciptaan Wage Rudolf Supratman juga ditetapkan sebagai lagu kebangsaan.

Minggu, 23 Juli 2017

Teks Proklamasi Ejaan Lama dan Baru

Teks Proklamasi Ejaan Baru

Berikut adalah teks proklamasi yang ditulis dalam ejaan baru :

Proklamasi


Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.


Jakarta, 17 Agustus 1945
Atas Nama Bangsa Indonesia


Soekarno-Hatta

Teks Proklamasi Ejaan Lama



Kalimat pertama dari teks Proklamasi adalah saran dari Ahmad Soebardjo yang diambil dari rumusan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), dan kalimat terakhir disarankan oleh Mohammad Hatta.
Ir. Soekarno menulis teks naskah Proklamasi tersebut, dan disebut naskah "Proklamasi Klad", yang isinya sebagai berikut :

Proklamasi




Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal2 jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.


Djakarta, 17 - 8 - '05
Wakil2 bangsa Indonesia.
Kemudian, Mohamad Ibnu Sayuti Melik mengetik teks naskah proklamasi yang telah mengalami perubahan, yang dikenal dengan sebutan naskah "Proklamasi Otentik", yang isinya adalah sebagai berikut : 

P R O K L A M A S I

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.


Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05.
Atas nama bangsa Indonesia Soekarno/Hatta