Pengertian Awan
Awan adalah massa yang dapat dilihat dari tetesan air atau kristal beku tergantung di atmosfer di atas permukaan bumi atau permukaan planet lain. Awan juga massa terlihat yang tertarik oleh gravitasi, seperti massa materi dalam ruang yang disebut awan antar bintang dan nebula. Awan dipelajari dalam ilmu awan atau fisika awan, suatu cabang meteorologi.Proses Pembentukan Awan
Proses terbentuknya awan sendiri diawali dengan turunnya hujan, kemudian
cahaya Matahari yang sampai di ke permukaan bumi akan diserap oleh
tanah, diserap oleh tumbuhan sebagai bahan pembentuk makanannya,
menghangatkan sungai, danau, laut, parit dll, sehingga menyebabkan air
menguap. Uap air naik ke udara atau atmosfer yang semakin lama dan
semakin tinggi dikarenakan udara di dekat permukaan bumi lebih besar
dibandingkan di atmosfer dibagian atas, ini hampir mirip dengan proses
perpindahan dikarenakan perbedaan tekanan. Semakin ke atas, suhu
atmosfer juga semakin dingin, maka uap air mengembun pada debu-debu
atmosfer, membentuk titik air yang sangat halus berukuran 2 – 100 mm (1
mm = 1 / 1.000.000 meter). Aerosol yang berfungsi sebagai inti
kondensasi atau inti pengembunan. Kecepatan pembentukan tetes tersebut
ditentukan oleh banyaknya inti kondensasi. Proses dimana tetes air dari
fasa uap terbentuk pada inti kondensasi disebut pengintian heterogen.
Adapun pembentukan tetes air dari fasa uap dalam suatu lingkungan murni
yang memerlukan kondisi sangat jenuh (supersaturation) disebut
pengintian homogen. Pengintian homogen yaitu pembekuan pada air murni
hanya akan terjadi pada suhu dibawah -40 °C. Akan tetapi dengan
keberadaan aerosol sebagai inti kondensasi maka pembekuan dapat terjadi
pada suhu hanya beberapa derajat dibawah 0°C.
Bentuk-bentuk Awan
Bentuk
awan bermacam macam tergantung dari keadaan cuaca dan ketinggiannya.
Tapi bentuk utamanya ada tiga jenis yaitu, yang berlapis-lapis dalam
bahasa latin disebut stratus, yang bentuknya berserat-serat disebut
cirrus, dan yang bergumpal-gumpal disebut cumulus (ejaan Indonesia:
stratus, sirus, dan kumulus).
Di
daerah rendah (kurang dari 3.000 m) yang terendah, awan stratus menutupi
puncak gunung yang tidak terlalu tinggi. Di daerah rendah tengah, awan
berbentuk strato-kumulus, dan yang dekat ketinggian 3.000 m awan
berbentuk kumulus. Awan besar dan tebal di daerah rendah disebut
kumulo-nimbus berpotensi menjadi hujan, menyebabkan terjadinya guruh dan
petir.
Awan
pada ketinggian menengah dapat terbentuk di atas gunung yang tingginya
lebih dari 3.000 m, membentuk payung di atas puncaknya. Misalnya di atas
Gunung Ciremai (3.078 m), di puncak-puncak pegunungan Jaya Wijaya di
Irian yang tingginya antara 4.000-5.000 m, bahkan selalu diliputi salju.
Demikian juga Gunung Fuji (3.776 m) puncaknya selalu diliputi salju
putih cemerlang sangat indah. Pada ketinggian menengah ini dapat
terbentuk awan alto-stratus yang berderet-deret, alto kumulus, dan
alto-sirus.
Bagaimana
dengan awan di daerah tinggi (di atas 6.000 m)? Di sana terbentuk awan
siro-stratus yang tampak sebagai teja di sekitar matahari atau bulan.
Juga terbentuk awan siro-kumulus yang bentuknya berkeping keping
terhampar luas. Juga dapat terbentuk awan sirus yang tipis bertebar
seperti asap.
Jenis - Jenis Awan
Kelompok Awan Udara Naik
Kelompok awan ini terletak pada ketinggian antara 500- 1500 m. Macam-macam jenis awan udara naik adalah sebagai berikut:
Awan KumuloNimbus (Cu-Ni)
Awan CumolaNimbus (KumuloNimbus) merupakan awan yang menimbulkan hujan
dengan kilat guntur. Biasanya awan Sirostratus terdapat di atas awan
Kumulonimbus. Hal ini biasah terjadi pada waktu angin ribut.
Ciri Ciri Awan KumuloNimbus adalah sebagai berikut:
- Ketinggian Awan KumuloNimbus berkisar antara 2.000 - 16.000 m
- Awan ini Berwarna putih/gelap dan menimbulkan hujan dengan kilat dan guntur.
- Awan ini berhubungan erat dengan hujan deras, badai. tornado dan petir.
Awan Kumulus (Cu)
Awan Kumulus (Cumulus) merupakan awan tebal dengan puncak-puncak yang
tinggi, terbentuk di siang hari karena udara naik. Jika berhadapan
dengan matahari terlihat terang dan jika memperoleh sinar hanya sebelah
saja akan menghasilkan bayangan yang berwarna kelabu.
Ciri Ciri Awan Kumulus adalah sebagai berikut:
- Dasar ketinggian awan ini umumnya 1000 m dan lebar 1 km.
- Merupakan awan tebal dengan puncak yang agak tinggi. Terlihat gumpalan putih atau cahaya kelabu yang tampak seperti bola kapas mengambang, awan ini berbentuk garis besar yang tajam dan dasar yang datar.
Kelompok Awan Rendah
Kelompok awan ini terletak pada ketinggian kurang dari 3 km. Macam-macam jenis awan rendah adalah sebagai berikut:
Awan NimboStratus (Ni-St)
Awan NimboStratus merupakan awan yang bentuknya tidak menentu, tepinya
compang-camping tak beraturan dan berwarna putih kegelapan serta
penyebarannya cukup luas. Awan ini menimbulkan hujan gerimis.
| Gambar Awan NimboStratus |
Ciri Ciri Awan NimboStratus adalah sebagai berikut:
- Awan ini berwarna putih gelap yang penyebarannyaa di langit cukup luas.
- Ketinggian Awan NimboStratus antara 600 - 3.000 meter
- Di Indonesia awan ini hanya menimbulkan gerimis.
- Bentuknya tidak menentu ddengan pinggir compang-camping.
Awan Stratus merupakan awan rendah dan luas dengan tinggi berada dibawah
200 m. Lapisan melebar seperti kabut dan berlapis-lapis. Antara kabut
dan awan stratus pada dasarnya tidak berbeda.
Ciri Ciri Awan Stratus adalah sebagai berikut:
| Gambar Awan Stratus |
Ciri Ciri Awan Stratus adalah sebagai berikut:
- Lapisannya melebar seperti kabut dan berlapis.
- Awan ini cukup rendah dan sangat luaas. Ketinggian awan Stratus di bawah 2000 m.
5. Awan StratoKumulus (St-Cu)
Awan StratoKumulus (StratoCumulus) merupakan awan yang berbentuk bola
dan memiliki lapisan tipis yang sering menutupi langit sehingga tampak
seperti gelombang lautan. awan ini merupakan jenis yang tidak
menimbulkan hujan
| Gambar Awan StratoKumulus |
Ciri Ciri Awan StratoKumulus adalah sebagai berikut:
- Awan ini berwarna kelabu/putih yang terjadi pada petang dan senja apabila atmosfer stabil.
- Ketinggian Awan StratoKumulus berada dibawah 2.000 meter
- Lapisan awan ini tipis dan tidak menghasilkan hujan.
- Awan ini terlihat seperti bola-bola yang sering menutupi daerah seluruh langit, sehingga tampak seakan gelombang.
Kelompok Awan Menengah
Kelompok awan ini terletak pada ketinggian yang beragam, dimana pada
kawasan beriklim sedang terletak pada ketinggian 2-7 km, pada kawasan
tropis jenis awan ini terdapat pada ketinggian 2-8 km dan kawasan yang
terletak di kutup utara terletak di ketinggian 2-4 km. Macam-macam jenis
awan menengah adalah sebagai berikut:
Awan AltoStratus (A-St)
Awan AltoStratus merupakan awan yang berbentuk luas dengan warna kelabu, sehingga pada matahari dan bulan tampak terang.
Ciri Ciri Awan AltoStratus adalah sebagai berikut:
| Penampakan Awan AltoStratus di Hongkong |
Ciri Ciri Awan AltoStratus adalah sebagai berikut:
- Awan AltoStratus ini terbentuk pada waktu senja dan malam hari kemudian menghilang saat matahari terbit di awal pagi
- Awan ini berwarna kekelabuan dan meliputi hampir seluruh bagian langit (luas).
- Ketinggian Awan AltoStratus berada diantara 2.000 - 7.000 m.
- Awan AltoStratus menghasilkan hujan seandainya dalam jumlah yang cukup tebal.
Awan AltoKumulus (A - Cu)
Awan AltoKumulus (AltoCumulus) merupakan awan yang berbentuk kecil-kecil
dan berjumlah banyak. Umumnya berbentuk bola yang agak tebal, berwarna
putih sampai pucat dan ada bagian yang kelabu. Awan ini bergerombol dan
saling berdekatan sehingga tampak bahwa awan ini saling bergandengan.
| Gambar Awan Altokumulus |
Ciri Ciri Awan Altokumulus adalah sebagai berikut:
- Awan Altokumulus berwarna kelabu atau putih dilihat pada waktu senja.
- Awan ini kecil-kecil, tapi jumlahnya banyak
- Ketinggian Awan Altokumulus berada diantara 2.000 - 7.000 m.
- Tiap-Tiap elemen terlihat jelas tersisih antara satu dan yang lain dengan warna keputihan dan kelabu yang membedakannya dengan Awan Sirokumulus.
- Biasanya berbentuk seperti bola yang agak tebal. Awan ini bergerombol dan sering berdekatan sehingga tampak saling bergandengan.
Kelompok Awan Tinggi
Kelompok awan ini terletak pada ketinggian yang beragam. Bila di kawasan
tropis jenis awan ini terdapat pada ketinggian 6-18 km, pada kawasan
yang beriklim sedang berada pada ketinggian 5-13 km, sedangkan di
kawasan kutup terletak pada ketinggian 3-8 km. Macam-macam jenis awan
yang tergolong awan tinggi adalah sebagai berikut.
Awan SiroKumulus (Ci-Cu)
Awan SiroKumulus (Cirrocumulus) merupakan awan yang terputus-putus dan
penuh dengan kristal-kristal es serta berbentuk seperti segerombolan
domba dan sering menimbulkan bayangan.
| Gambar Awan SiroKumulus |
Ciri Ciri Awan SiroKumulus adalah sebagai berikut:
- Ketinggian Awan SiroKumulus berada diantara 6.000 - 12.000 m.
- Bentuknya seperti terputus-putus dan penuh dengan kristal-kristal es sehingga bentuknya seperti sekelompok domba dan sering menimbulkan bayangan
Awan Sirus (Ci)
Awan Sirus (Cirrus) merupakan awan halus dengan struktur seperti serat
dan berbentuk seperti bulu burung. Awan cirrus (Ci) tersusun atas pita
melengkung di langit, sehingga tampak bertemu satu atau dua titik
horizon, dan sering terdapat kristal es.
Ciri Ciri Awan Sirrus adalah sebagai berikut:
| Gambar Awan Sirus |
Ciri Ciri Awan Sirrus adalah sebagai berikut:
- Awan Sirrus berwarna putih dengan pinggiran tidak jelas.
- Awan Sirus ditiupkan angin timuran yang bergelora.
- Awan ini terdiri dari halbor air yang terjadi disebabkan suhu terlalu dingin di atmosfer.
- Awan ini halus, dan berstruktur seperti serat dan bentuknya mirip bulu burung. Awan Sirrus juga sering tersusun seperti pita yang melengkung di langit, sehingga seakan-akan tampak bertemu pada satu atau dua titik horizon
- Ketinggian Awan Sirus berada diatas 5500 m.
- Awan ini tidak menimbulkan hujan.
Awan Sirostratus (Ci-St)
Awan Sirostratus (Cirrostratus) merupakan awan yang berbentuk seperti
kelambu putih yang halus dan rata dengan menutup seluruh langit sehingga
tampak cerah atau juga terlihat seperti anyaman yang bentuknya tidak
teratur. Awan Sirostratus sering menimbulkan hallo (lingkaran yang
bulat) yang mengelilingi matahari dan bulan. Hal ini sering terjadi di
musim kering.
- Awan ini juga menimbulkan hallo(lingkaran yang bulat) yang mengelilingi matahari dan bulan yang biasanya terjadi di musim kemarau.
- Ketinggian Awan Sirostratus berada diatas 6.000 m.
- Awan Sirostratus sulit dideteksi. Namun dengan adanya awan ini, biasanya menandakan datangnya front panas. hal tersebut mengindikasikan akan turun hujan atau jatuhnya presipitasi
- Bentuknya seperti kelembu putih yang halus dan rata menutup seluruh langit sehingga terlihat cerah, bisa juga tampak seperti anyaman yang bentuknya tidak teratur.













