Teks laporan investigasi dapat digunakan sebagai media untuk
menyampaikan fakta-fakta yang ada dalam suatu lingkungan masyarakat atau
suatu wilayah. Salah satu contohnya adalah dalam kondisi geografis dan
ekonomi Indonesia.Teks laporan investigasi adalah teks laporan yang
disusun berdasarkan temuan-temuan fakta yang dilakukan dengan wawancara,
pengamatan dan studi pustaka. Kuat dan lemahnya isi laporan investigasi
yang dibuat tergantung dari proses pencarian data dan keterangan yang
dikerjakan di dalam pengamatan, wawancara, dan studi pustaka.
Ketika akan menulis sebuah laporan investigasi perlu melakukan beberapa
hal untuk memperkaya isi dari laporan tersebut. Laporan investigasi
adalah upaya menyusun temuan-temuan fakta ke dalam sebuah tulisan,
sehingga memang diperlukan pengetahuan dalam teknik penyususnan sebuah
laporan. Salah satunya adalah memilih dan memilah kosakata baku yang
digunakan dalam teks laporan investigasi. Untuk dapat menyusun sebuah
teks laporan investigasi ada beberapa langkah yang perlu dilakukan agar
teks laporan yang dibuat dapat menyampaikan informasi dan fakta yang
ada. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut.
Struktur Teks Investigasi
- Menentukan topik/masalah yang akan ditulis. Topik adalah inti utama dari seluruh isi tulisan laporan yang akan disampaikan. Topik merupakan pokok persoalan yang melandasi kegiatan pengamatan. Topik utama yang memiliki cakupan cukup luas perlu dirinci. Dari topik tersebut tentu kita akan mengetahui tujuan dari pengamatan yang dilakukan.
- Mengumpulkan informasi dengan melakukan investigasi yang dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti percobaan, pengamatan, wawancara, dan studi pustaka. Wawancara merupakan proses komunikasi yang sangat menentukan dalam proses pembuatan laporan. Dengan wawancara data yang diperoleh akan lebih mendalam, karena mampu menggali pemikiran atau pendapat secara detail. Pengamatan merupakan pencatatan secara sistimatik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala atau gejala-gejala dalam objek pengamatan.
- Mengolah informasi dari hasil investigasi dengan menuangkannya dalam bentuk tulisan, yang terdiri atas tiga bagian, yaitu Penjelasan, Fakta-fakta, dan Kesimpulan. Setelah data yang dibutuhkan terkumpul langkah selanjutnya adalah menuangkan ke dalam bentuk laporan investigasi. Teks laporan investigasi memiliki struktur yaitu penjelasan umum, fakta-fakta, dan kesimpulan. Beberapa hala yang perlu diperhatikan dalam penulisan laporan investigasi antara lain : Pemakaian huruf kapital benar, Pemakaian tanda baca tepat, Penggunaan kosa kata baku benar, Tulisan rapi dan terbaca, dan Informasi berdasarkan fakta hasil investigasi.
Contoh Teks Investigasi
Teks Investigasi Tempat Hidup Tanaman Teh| Struktur teks | Kalimat |
|---|---|
| Penjelasan Umum | Selain air putih, secangkir teh merupakan minuman yang banyak dikonsumsi di berbagai belahan dunia. Kandungan teh yang konon bermanfaat bagi tubuh pun sudah banyak diteliti oleh berbagai kalangan. Di Indonesia, kebiasaan minum secangkir teh manis di pagi atau sore hari, banyak ditemukan di berbagai etnis penduduknya. Memang terbukti, tanaman teh tumbuh subur di berbagai wilayah pegunungan di Indonesia.. |
| Fakta-fakta | Teh
merupakan salah satu tanaman tropis yang tumbuh pada ketinggian antara
200 sampai 2000 meter di atas permukaan laut. Suhu yang dibutuhkannya
untuk dapat tumbuh dengan baik antara 14°–25°C, yang diikuti oleh cahaya
Matahari yang cerah serta kelembapan relatif di siang hari tidak kurang
dari 70%. Intensitas sinar Matahari juga sangat mempengaruhi
pertumbuhan teh. Makin banyak sinar Matahari, makin tinggi suhunya. Jika
suhu mencapai 30°Celcius maka pertumbuhan tanaman teh akan terhambat.
Tanaman teh juga tidak tahan terhadap kekeringan. Curah hujan minimum
yang dibutuhkannya adalah 1.200 mm yang merata sepanjang tahun. Di Indonesia, perkebunan teh tersebar di beberapa wilayah pegunungan di Pulau Jawa dan Sumatera. Ada pula yang berada pada ketinggian 800 – 1200 meter di atas permukaan laut. Namun, pada ketinggian ini, hasil perkebunannya tidak sebaik hasil dari perkebunan di daerah yang lebih tinggi. Aroma teh yang dihasilkan di sini tidak sewangi teh di perkebunan yang lebih tinggi. Pada ketinggian ini, kebun teh memerlukan pohon pelindung tetap, serta memerlukan material penutup tanah untuk menjaga kelembapan tanah. Sebagai vegetasi di pegunungan, pohon teh juga berfungsi untuk mencegah terjadinya erosi. Gugus tanaman teh yang ditanam berjajar rapi dengan jarak satu meter menahan derasnya aliran air sehingga tanah tidak terkikis terbawa air. |
| Kesimpulan | Di balik secangkir teh yang kita minum setiap hari, kita ketahui bahwa faktor lingkungan mempengaruhi pertumbuhannya. Lingkungan yang tepat akan memberikan hasil yang baik dalam tiap seduhannya. |

0 komentar:
Posting Komentar