Rabu, 20 September 2017

Pengertian, Tujuan, Ciri-Ciri, Struktur, Kaidah Kebahasaan dan Contoh Teks Deskripsi

Pengertian Teks Deskripsi

Teks Deskripsi yaitu teks yang menjelaskan suatu objek, tempat, atau hal lainya secara jelas dan terperinci dengan bahasa yang singkat.

Tujuan Teks Deskripsi

Tujuan dibuatnya teks deskripsi agar si pembaca memahami dengan jelas apa yang ditulis oleh penulis secara rinci.

Ciri - Ciri Teks Deskripsi

Berikut ciri-ciri dari teks deskripsi :
  • Paragraf deskripsi menggambarkan sesuatu.
  • Paragraf yang digambarkan dijelaskan secara sangat jelas dan rinci serta melibatkan kesan indera.
  • Ketika pembaca membaca teks deskripsi, maka seolah-olah merasakan langsung apa yang sedang dibahas di dalam teks.
  • Teks deskripsi menjelaskan ciri-ciri fisik objek, seperti bentuk, ukuran, warna, atau ciri-ciri psikis/keadaan suatu objek dengan rinci.

Struktur Teks Deskripsi

Berikut adalah bagian - bagian dalam teks deskripsi :
  • Identifikas, pada bagian ini berisikan penentuan dari identitas seseorang, benda, atau objek lainya.
  • Klasifikasi, ialah unsur penyusun yang bersisitem dalam kelompok menurut suatu kaidah atau standart yang sebelumnya telah ditetapkan.
  • Bagian Deskripsi, berisikan gambaran atau penjelasan tentang suatu objek, atau topik yang ada dalam teks tersebut.

Jenis-Jenis Teks Deskripsi

  • Teks paragraf deskripsi subjektif yaitu suatu paragraf deskripsi yang dalam penggambaran objkenya berdasarkan atas kesan yang dimiliki oleh penulis teks tersebut.
  • Teks paragraf spatial, dalam teks ini objek yang digambarkan hanya berupa benda, tempat, ruang dan sebagainya.
  • Teks paragraf objektif, dalam teks ini penggambaran objek digambarkan apa adanya berdasarkan keadaan objek yang sebenarnya tanpa penambahan opini dari penulis itu sendiri.

Kaidah Kebahasaan Teks Deskripsi


Berikut ini adalah kaidah kebahasaan teks deskripsi:
  • Menggunakan kata benda sesuai topik yang dideskripsikan. Seperti: sekolah, rumah, guruku, teman saya, dll.
  • Menggunakan frasa yang mengandung kata benda. Contohnya yaitu beliau adalah seorang kepala sekolah yang rendah hati, dll.
  • Mengandung kata sifat yang bersifat menggambarkan. Seperti: satu siswa rajin, dua kaos kaki putih, dll.
  • Mengandung kata kerja Transitif untuk memberikan informasi subjek. Seperti: siswa itu mengenakan seragam putih biru, dll.
  • Mengandung kata kerja (perasaan, pendapat) dengan tujuan mengungkapkan pandangan pribadi penulis mengenai subjek. Seperti: saya pikir itu adalah kucing cerdas, saya yakin buku itu murah, dll.
  • Mengandung kata keterangan untuk memberikan informasi tambahan mengenai objek. Seperti: dengan cepat, di rumah, di kantin, dll.
  • Mengandung bahasa kiasan berupa perumpamaan atau metafora. Seperti: kulitnya lembut seperti benang sutra, dll.

Contoh Teks Deskripsi


Paragraf deskripsi tentang keindahan sawah

Desa sumber rejo, sukoharjo jawatengah memiliki pemandangan sawah nan indah. Berhadapan dengan gunung yang berwarna hijau, menjadikan pemandangan disini semakin sempurna. Disini kita dapat melihat berbagai aktivitas pertanian yang bahkan mugkin belum pernah kita lihat sebelumnya. kita dapat melihat para petani yang sedang memulai proses tanam padi hingga proses panen.

Setelah mencangkul sawah yang luas, akhirnya salah satu petani pun memutuskan untuk beristirahat karena memang suasana disini sudah beranjang siang dan panasnya terik matahari dapat kita rasakan melalui kulit kita.

Setelah beristirahat sejenak petanipun kembali berativitas melanjutkan mencangkul sawah dengan penuh semangat. tak lama kemudian datanglah seorang perempuan yang mengantarkan makanan, ternyata itu adalah istri dari petani tersebut.

Pohon Mangga

Aku mempunyai pohon mangga yang berada di belakang rumah, pohon mangga tersebut mempunyai tinggi sekitar 3 meter dan sudah berbuah banyak.

Sering kali ketika aku ingin memakan mangga, aku tinggal memanjat pohon tersebut dan mengambil buah nya. Pohon mangga tersebut dikelilingi oleh pagar.

Saking tingginya pohon mangga ini sampai daun pohon mangga menutupi atap genteng rumahku.

Rabu, 13 September 2017

Pengertian Dan Jenis - Jenis Hewan Vertebrata dan Avertebrata

Avertebrata

Avertebrata yaitu hewan yang Tidak Bertulang Belakang

Berikut Adalah Klarifikasi (Jenis - Jenis) Hewan Avertebrata :

Porifera


Porifera (Latin:"berpori") atau Spons adalah organisme multiseluler, yang mempunyai banyak pori sehingga air dapat melewatinya. Tubuh mereka terdiri dari mesohil yang diapit dua lapisan tipis sel. Spons memiliki sel yang tak terspesialisasi (tdk memiliki tugas khusus) dan dapat berubah menjadi tipe sel lain serta dapat berpindah antara lapisan sel utama dan mesohil. Spons tidak memiliki sistem saraf, pencernaan maupun sistem peredaran darah. Sebaliknya, sebagian besar mengandalkan aliran air melalui pori-pori tubuh mereka untuk mendapatkan makanan dan oksigen dan untuk membuang limbah.

Coelenterata


Kelompok hewan berongga (Coelenterata) mempunyai bentuk tubuh seperti tabung. Bentuk tubuhnya beragam , tetapi mempunyai rongga dengan mulut yang dikelilingi oleh tentakel. Dalam keadaan berenang, mulutnya menghadap ke dasar laut.

Vermes


Vermes ("cacing") adalah takson yang sudah tidak digunakan lagi. Takson ini dipakai oleh Carolus Linnaeus dan Jean-Baptiste Lamarck untuk menglasifikasi semua binatang invertebrata yang bukan arthropoda.

Annelida


Annelida (Annelida, dari bahasa Latin anellus, "cincin kecil"),adalah filum luas yang terdiri dari cacing bersegmen, dengan sekitar 15.000 spesies modern, antara lain cacing tanah, pacet dan lintah. Filum ini ditemukan di sebagian besar lingkungan basah, seperti air tawar dan di laut. Panjang anggotanya mulai dari di bawah satu milimeter sampai tiga meter. Filum ini dikelompokkan menjadi tiga kelas yaitu Polychaeta, Oligochaeta, dan Hirudinea.


Moluska


Moluska (filum Mollusca, dari bahasa Latin: molluscus = lunak) merupakan hewan triploblastik selomata yang bertubuh lunak. Ke dalamnya termasuk semua hewan lunak dengan maupun tanpa cangkang, seperti berbagai jenis siput, kiton, kerang-kerangan, serta cumi-cumi dan kerabatnya.

Moluska merupakan filum terbesar kedua dalam kerajaan binatang setelah filum Arthropoda. Saat ini diperkirakan ada 75 ribu jenis, ditambah 35 ribu jenis dalam bentuk fosil. Moluska hidup di laut, air tawar, payau, dan darat. Dari palung benua di laut sampai pegunungan yang tinggi, bahkan mudah saja ditemukan di sekitar rumah kita.

Moluska dipelajari dalam cabang zoologi yang disebut malakologi (malacology).

Artropoda


Artropoda adalah filum yang paling besar dalam dunia hewan dan mencakup serangga, laba-laba, udang, lipan, dan hewan sejenis lainnya. Artropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara, termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit. Kata artropoda berasal dari bahasa Yunani ἄρθρον árthron, "ruas, buku, atau segmen", dan πούς pous (podos), "kaki", yang jika disatukan berarti "kaki berbuku-buku"[2]. Artropoda juga dikenal dengan nama hewan berbuku-buku atau hewan beruas.

Echinodermata


Filum Echinodermata (dari bahasa Yunani untuk kulit berduri) adalah sebuah filum hewan laut yang mencakup bintang laut, Teripang, dan beberapa kerabatnya. Kelompok hewan ini ditemukan di hampir semua kedalaman laut. Filum ini muncul di periode Kambrium awal dan terdiri dari 7.000 spesies yang masih hidup dan 13.000 spesies yang sudah punah.


Vertebrata (Hewan Bertulang Belakang)

Vertebrata yaitu hewan yang mempunyai Tulang Belakang

Berikut Adalah Klarifikasi (Jenis - Jenis) Hewan Avertebrata :

Pisces


Pisces(Ikan) adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin)[1] yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan; biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes). Ikan dalam berbagai bahasa daerah disebut iwak (jv, bjn), jukut (vkt).
Amfibia

Amfibia atau amfibi (Amphibia), umumnya didefinisikan sebagai hewan bertulang belakang (vertebrata) yang hidup di dua alam; yakni di air dan di daratan.

Reptil


Reptil (binatang melata) adalah sebuah kelompok hewan vertebrata yang berdarah dingin dan memiliki sisik yang menutupi tubuhnya. Reptilia adalah tetrapoda (hewan dengan empat tungkai) dan menelurkan telur yang embrionya diselubungi oleh membran amniotik. Sekarang ini mereka menghidupi setiap benua kecuali Antartika

Burung


Burung atau unggas adalah anggota kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata) yang memiliki bulu dan sayap. Fosil tertua burung ditemukan di Jerman dan dikenal sebagai Archaeopteryx.

Jenis-jenis burung begitu bervariasi, mulai dari burung kolibri yang kecil mungil hingga burung unta, yang lebih tinggi dari orang. Diperkirakan terdapat sekitar 8.800 – 10.200 spesies burung di seluruh dunia; sekitar 1.500 jenis di antaranya ditemukan di Indonesia. Berbagai jenis burung ini secara ilmiah digolongkan ke dalam kelas Aves.

mamalia


Binatang menyusui atau mamalia adalah kelas hewan vertebrata yang terutama dicirikan oleh adanya kelenjar susu, yang pada betina menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya; adanya rambut; dan tubuh yang endoterm atau "berdarah panas". Otak mengatur sistem peredaran darah, termasuk jantung yang memiliki empat ruang. Mamalia terdiri lebih dari 5.000 genus, yang tersebar dalam 425 keluarga dan hingga 46 ordo, meskipun hal ini tergantung klasifikasi ilmiah yang dipakai.

Secara filogenetik, yang disebut Mamalia adalah semua turunan dari nenek moyang monotremata (seperti echidna) dan mamalia theria (berplasenta dan berkantung atau marsupial)













Minggu, 03 September 2017

Cara Nonaktifkan/Mematikan/Disabled Javascript Di Google Chrome Dan Mozila Firefox


Saya akan berbagi tips cara menonaktifkan / mematikan / disabled Javascript, biasanya cara ini digunakan untuk menyalin / copy konten blog yang tidak bisa di copy / tidak bisa di blok.

Cara matikan javascript

Berikut adalah langkah - langkah mematikan javascript :

Cara Matikan javascript di Google Chrome

Berikut adalah cara disable javascript di google chrome :
  1. Klik gambar bulat 3 di pojok kanan atas browser lalu pilih menu setting
  2. Di paling bawah bagian setting klik advance ...
  3. Lalu di bagian Privacy and Security klik Content Setting
  4. Klik Javascript
  5. Klik tombol biru di sebelah allow untuk di nonaktifkan
  6. Javascript berhasil dinonaktifkan

Cara Matikan javascript di Mozilla Firefox

Berikut adalah cara disable javascript di Mozilla Firefox :
  1. Pada kolom search url ketik "about config" * tanpa tanda petik
  2. Lalu akan muncul peringatan, ceklis saja dan klik i accept the risk
  3. pada kolom search cari javascript
  4. Klik pada bagian dua kali Javascript.Enabled
  5. Jika valuenya sudah false berarti javascript berhasil dinonaktifkan

Cerita Rakyat Malin Kundang


Cerita rakyat yang berjudul malin kundang mengisahkan tentang seorang anak yang durhaka terhadap ibunya, cerita rakyat ini berasal dari daerah sumatera barat.

Malin Kundang

Pada suatu waktu, hiduplah sebuah keluarga nelayan di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak laki-laki yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keuangan keluarga memprihatinkan, sang ayah memutuskan untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan mengarungi lautan yang luas.
Maka tinggallah si Malin dan ibunya di gubug mereka. Seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan bahkan sudah 1 tahun lebih lamanya, ayah Malin tidak juga kembali ke kampung halamannya. Sehingga ibunya harus menggantikan posisi ayah Malin untuk mencari nafkah. Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang.
Setelah beranjak dewasa, Malin Kundang merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Malin tertarik dengan ajakan seorang nakhoda kapal dagang yang dulunya miskin sekarang sudah menjadi seorang yang kaya raya.
Malin kundang mengutarakan maksudnya kepada ibunya. Ibunya semula kurang setuju dengan maksud Malin Kundang, tetapi karena Malin terus mendesak, Ibu Malin Kundang akhirnya menyetujuinya walau dengan berat hati. Setelah mempersiapkan bekal dan perlengkapan secukupnya, Malin segera menuju ke dermaga dengan diantar oleh ibunya. “Anakku, jika engkau sudah berhasil dan menjadi orang yang berkecukupan, jangan kau lupa dengan ibumu dan kampung halamannu ini, nak”, ujar Ibu Malin Kundang sambil berlinang air mata.
Kapal yang dinaiki Malin semakin lama semakin jauh dengan diiringi lambaian tangan Ibu Malin Kundang. Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu.
Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Sesampainya di desa tersebut, Malin Kundang ditolong oleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang menimpanya. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.
Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. Sejak saat itu, ibu Malin Kundang setiap hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya.
Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin Kundang yang setiap hari menunggui anaknya, melihat kapal yang sangat indah itu, masuk ke pelabuhan. Ia melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.
Malin Kundang pun turun dari kapal. Ia disambut oleh ibunya. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. “Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?”, katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tapi apa yang terjadi kemudian? Malin Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh.
“Wanita tak tahu diri, sembarangan saja mengaku sebagai ibuku”, kata Malin Kundang pada ibunya. Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju compang-camping. “Wanita itu ibumu?”, Tanya istri Malin Kundang. “Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku”, sahut Malin kepada istrinya. Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata “Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu”. Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang.