Sabtu, 11 November 2017

Prinsip Bagi Hasil Dalam Perbankan Syariah : Al Musyarakah dan Al Mudarobah

Prinsip Bagi Hasil Dalam Perbankan Syariah (Profit Sharing)

Secara umum prinsip bagi hasil dalam perbankan syariah yang banyak digunakan adalah Al Musyarakah dan Al Mudarobah

1. Al Musyarakah

Dalam perbankan syariah Al Musyarakah adalah akad kerja sama antara diluar modal kerja tersebut ditanggung oleh pemgegang pekerjaan atau project jadi masing - masing mempunyai kontribusi dana memberikan kontribusi dana dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan kerugian akan ditanggung bersama sesuai kesepakatan .

- Manfaat Al Musyarakah

  • Bank akan menikmati peningkatan dalam jumlah tertentu pada saat keuntungan nasabah meningkat.
  • Bank akan lebih selektif (Rudent) memilih usaha yang benar - benar halal, aman, dan menguntungkankarena keuntungan yang real dan benar - benar terjadi, itulah yang akan dibagikan.
  • Prinsip bagi hasil dalam musyarakah berbeda dengan prinsip bung.


Resiko Al Musyarakah

Resiko dalam pemberian pembiayaan relatif tinggi dapat terjadi apabila :
  • Side Streaming (Nasabah menggungakan dana tersebut bukan seperti yang disebutkan dalam kontrak).
  • Lalai dan kesalahan yang disengaja.
  • Penyembunyian keuntungan oleh nasabah bila nasabah tidak jujur.

2. Al Mudharobah

Secara teknis Al mudharobah adalah akad kerja sama usaha antara pihak bank dengan nasabah dimana pihak bank menyediakan seluruh modal sementara nasabah sebagai pengelola. Keuntungan usaha dibagi menurutkesepakatan yang dituangkan dalam kontrak sedangkan apabila rugi ditanggung oleh pemilik modal selama kerugian itu buka kesalahan pengelola dan pengelola harus bertanggung jawab atas kerugian tersebut.
Dalam perbankan syariah Al Mudharobah diterapkan pada produk pembiayaan dan penghimpunan dana.
Pada sisi penghimpunan dana diterapkan untuk :
1.      Tabungan berjangka yaitu tabungan yang dimaksudkan untuk tujuan khusus seperti tabunga haji, tabungan kurban, deposito biasa, dan sebagainya.
2.      Deposito Spesial atau special Investment dimana dana yang dititipkan nasabah khusus untukbisnis tertentu.

adapun pada sisi pembiayaan Al mudharobah ditetapkan untuk :
  1. Pembiayaan Modal kerja seperti modal kerja perdagangan dan jasa.
  2. Investasi khusus

Manfaat Al Mudharobah

  • Bank akan menikmati peningkatan bagi hasil pada saat keuntungan nasabah meningkat.
  • Bank tidak terkena kewajiban membayar bagi hasil kepada nasabah pendanaan secara tetap sehingga bank tidak akan mengalami negatif spread.
  • Pengembalian pokok pembiayaan nasabah disesuaikan dengan cash flow / arus kas sehingga tidak akan memberatkan nasabah
  • Bank akan lebih hati - hati (Prudent) mencari usaha yang benar - benar halal, aman dan menguntungkankarena keuntungan yang konkrit dan benar - benar terjadi itulah yang akan dibagikan.

Resiko Al Mudharobah :

  • Side Streaming nasabah menggunakan dana bukan seperti yang disebutkan dalam kontrak.
  • Lalai dan kesalahan yang disengaja.
  • Penyembunyian keuntungan oleh nasabah bila nasabah tidak jujur.

3. Lembaga penyelesai sengketa Dalam Perbankan Syariah

Berbeda dengan perbankan konventional jika pada perbankan syariah terdapat perbedaan atau perselisihan antara bank dengan nasabah, kedua belah pihak tidak menyelesaikanya di pengadilan negri, tetapi menyelesaikanya secara tata cara dan hukum materi syariah .

lembaga yang mengatur hukum materi yang berdasarkan prinsip - prinsip syariah di indonesia dikenal dengan BADAN ARBITRASE MUAMALAH INDONESIA (BAMUI) yang didirikan secara bersama oleh kejaksaan agung republik indonesia dan majelis ulama indonesia.

Rabu, 01 November 2017

Pengertian, Ciri - ciri dan klasifikasi Reptile


Pengertian Reptil

Reptil yaitu hewan vertebrata (bertulang belakang) yang melata atau yang bergerak dengan perutnya (contoh ular). Reptil termasuk hewan berdarah dingin.

Ciri - Ciri Reptil

Berikut beberapa ciri reptil :

  • Reptil mempunyai kulit bersisik dan kering yang terbuat dari zat tanduk dan berfungsi untuk melindungi dari kekeringan.
  • Merupakan hewan berdarah dingin.
  • Reptil bergerak dengan melata dimana seluruh tubuh menelungkup ke tanah, reptil jenis ular bergerak dengan mengerutkan otot di kedua sisi tulang belakang secara bergantian.
  • Reptil bernafas dengan paru - paru.
  • Reptil memiliki dua pasang kaki dan pada tiap kaki memiliki cakar. Sedangkan pada penyu kakinya memipih berbentuk kayuh yang berfungsi untuk berenang berenang.
  • Ukuran otak reptil relatif terhadap ukuran tubuhnya dan berukuran lebih kecil dari mamalia.
  • Reptil berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar) pada penyu dan bertelur melahirkan (ovovivipar) pada ular boa.

Klasifikasi Hewan Reptil

Reptil memiliki empat ordo, berikut adalah ordo - ordo reptil :

1. Ordo Crocodylia


Ordo Crocodylia adalah jenis reptil yang paling besar dibandingkan dengan ordo reptil yang lainnya. Ciri - ciri Ordo Crocodylia memiliki kulit yang tebal dan liat. Bentuk kulit tersebut terjadi karena mengandung kepingan tulang yang tersusun berderet dan berlunas dan membentuk perisai dermal yang mengandung sisik dari bahan tanduk. Reptil ordo Crocodylia kepalanya berbentuk seperti piramid yang keras dan kuat. Bagian mulut biasanya disetai gigi yang runcing dengan tipe poliodont.

Bentuk mata relatif kecil, terletak di bagian kepala yang menonjol di bagian dorsal-lateral. Pupil vertikal dilengkapi dengan selaput mata dan tertutup oleh lipatan kulit yang membungkus tulang, sehingga lubang tersebut hanya terlihat seperti celah kecil. Lubang hidung pada ordo Crocodylia berada pada sisi dorsal ujung moncong, biasanya dilengkapi dengan suatu penutup dari otot yang dapat melakukan kontraksi secara otomatis ketika reptil jenis ini melakukan penyelaman di dalam air. Lubang telinganya berada di sebelah caudal mata yang tertutup oleh lipatan kulit. Reptil jenis ini mempunyai ekor yang panjang dan sangat kuat.

Pembagian reptil ordo crocodyla

Reptil jenis ini memiliki empat tungkai yang pendek tetapi sangat kuat. Tungkai belakang lebih panjang jika dibandingkan tungkai bagian depan dan memiliki empat jari - jari yang berselaput. Untuk tungkai bagian depan mempunyai lima jari dan tidak berselaput. Pada bagian jantung terdapat foramen panizza. Ketika siang hari, ordo Crocodylia akan berjemur agar suhu tubuhnya tetap hangat.

Pada malam hari mereka akan berburu mangsa. Ordo Crocodylia berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar) dan biasanya akan menyimpan telur mereka di dalam lubang yang mereka buat di tanah. Ordo Crocodyla memiliki 3 jenis famili yaitu Alligatoridae, Crocodilydae, dan Gavialidae. Beberapa jenis reptil ordo Crocodylia yang dapat ditemui di Indonesia meliputi buaya siam (Crocodylus siamensis), buaya muara (Crocodylus porosus), buaya irian (Crocodylus novaeguineae), buaya senyulong (Tomistoma schlegelii), dan buaya kalimantan (Crocodylus raninus).

2. Ordo Rhynchocephalia


Ordo ini sudah ditemukan hidup sejak dahulu dari catatan fosil pada Era Triasik Akhir yaitu antara 210 sampai 220 juta tahun yang lalu. Ordo Rhynchocephalia memiliki jenis tengkorak diapsid dan bentuk tubuhnya saat dewasa mempunyai panjang sekitar 30 cm. Bentuk morfologinya juga mirip dengan anggota Lacertilia. Semua jenis reptil yang masuk ke dalam ordo ini adalah hewan karnivora dan akan mencari makan saat malam hari.

Reptil jenis ini biasanya melakukan reproduksi secara internal dan berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar). Seperti halnya jenis reptil yang lain, telur yang dikeluarkan oleh tubuh akan disimpan di dalam lubang di tanah dan akan menetas setelah satu tahun. Untuk habitatnya, reptil pada ordo ini dapat hidup di air dan juga di daratan. Ordo Rhynchocephalia memiliki satu familia dan satu genus yaitu famili Sphenodontidae dan genus Sphenodon. Yang termasuk ke dalam genus tersebut hanya ada dua spesies yaitu Sphenodon punctatus dan Sphenodon guntheri (Tuatara), keduanya merupakan spesies endemik dari Selandia Baru.

3. Ordo Squamata


Ordo Squamata disebut juga dengan reptilia bersisik. Sisik reptil pada ordo ini terbuat dari bahan tanduk dan akan mengalami pergantian secara periodik (sering disebut dengan molting). Reptil ordo ini memiliki 3 sub ordo yakni Sub ordo Ophidia, Sub ordo Amphisbaenia, dan Sub Ordo Lacertilia. Hewan reptil yang tergabung ke dalam ordo Squamata memiliki tulang kuadrat dan ekstrimitas. Reptil pada ordo ini akan melakukan reproduksi secara internal dan melakukan perkembangbiakan hewan secara ovovivipar dan ovivipar.

Persebaran reptil ordo Squamata sangat luas di seluruh belahan dunia, kecuali di wilayah Arktik, Antartika, Irlandia, Selandia Baru, dan beberapa pulau di Oceania. Beberapa jenis reptil ordo Squamata yang dapat kita temui di Indonesia ialah komodo (Varanus komodoensis), tokek dan cicak (famili Gekkonidae), kadal, bunglon, biawak, ular karung (Acrochordus javanicus), ular king kobra (Ophiophagus hannah), ular kepala-dua (Cylindrophis ruffus), ular sanca bodo (Python molurus), ular tanah (Calloselasma rhodostoma), ular tikus (Ptyas korros), dan ular weling (Bungarus candidus).

4. Ordo Testudines


Ordo Testudines merupakan jenis reptil yang memiliki skeleton yang sebagian termodifikasi menjadi karapaks dan plastron. Rahang-rahang pada reptil ini biasanya tidak bergigi namun memiliki zat tanduk. Habitat dari reptil ini biasanya di air laut, air tawar, dan juga di daratan. Reptil ini memiliki karapaks yang keras dan di sisi tubuh bersatu dengan plastron. Hewan ini memiliki prisai yang tertutup dengan skutum polygonal. Ordo ini meliputi sekitar 300 spesies dalam 14 famili. Beberapa contoh reptil yang termasuk ordo testudines yang dapat kita jumpai di Indonesia meliputi kura-kura hutan sulawesi (Leucocephalon yuwonoi), berbagai jenis kura-kura berleher ular, penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), tuntong (Batagur baska), dan tuntong laut (B. borneoensis).